kata di atas tidak merujuk ke judul sebuah lagu baheula, melainkan bentuk ekpresi kagum terhadap orang yang saya temui pagi ini.. seorang supir angkot
kebanyakan supir angkot tidak akan begini.. dengan sabar menunggu penumpang naik (yang kebetulan berusia +/- 80-an th) sekaligus menurunkannya. dia juga menolak rupiah yang disodorkan bapak tua tersebut, hanya karena memang si bapak terlihat "kekurangan." mungkin perbuatan ini bukan hal yang luar biasa. tapi di tengah kesulitan dan keterpurukan angkot di kota jogja, supir angkot tersebut telah menunjukkan bahwa dia ada bukan saja untuk dirinya. dia telah ada untuk orang lain... dan tidak muluk-muluk. dia melakukan apa yang dia bisa.. sungguh kesederhanaan yang luar biasa...
sharing... and let's make our world wonderful
kebanyakan supir angkot tidak akan begini.. dengan sabar menunggu penumpang naik (yang kebetulan berusia +/- 80-an th) sekaligus menurunkannya. dia juga menolak rupiah yang disodorkan bapak tua tersebut, hanya karena memang si bapak terlihat "kekurangan." mungkin perbuatan ini bukan hal yang luar biasa. tapi di tengah kesulitan dan keterpurukan angkot di kota jogja, supir angkot tersebut telah menunjukkan bahwa dia ada bukan saja untuk dirinya. dia telah ada untuk orang lain... dan tidak muluk-muluk. dia melakukan apa yang dia bisa.. sungguh kesederhanaan yang luar biasa...
sharing... and let's make our world wonderful

Tidak ada komentar:
Posting Komentar